Breaking News

MENABUR ANGIN MENUAI BADAI



SIAPA menabur angin menuai badai. Pernyataan Hashim Djojohadikusumo bahwa koalisi pendukung Prabowo akan menjegal pemerintahan presiden dan wapres terpilih Jokowi-JK menuai kecaman dari sejumlah kalangan.

''Ini menjustifikasi sikap koalisi Prabowo yang mengabaikan rasio, hanya melampiaskan dendam,'' kata pengamat politik Yunarto Wijaya, kemarin.

Direktur Charta Politika itu berkeyakinan statemen minor Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu mencederai koalisi karena tidak didukung argumentasi yang jernih. ''Saya optimistis pemerintahan Jokowi-JK berjalan baik. Hashim tidak perlu dihiraukan. Dia emosi pascakalah pilpres.''

Dalam wawancara dengan Wall Street Journal Selasa (7/10), adik Prabowo Subianto itu menyampaikan upayanya menjegal Jokowi karena mengingkari kesepakatan menjadi Gubernur DKI Jakarta selama lima tahun. ''Ya, Pak Jokowi, ada harga yang harus dibayar.''

Senada dengan Yunarto Wijaya, Aliansi Ilmuwan Indonesia pun prihatin dengan pernyataan Hashim yang mencerminkan strategi bumi hangus ala koalisi Prabowo.

Menurut juru bicara Aliansi Ilmuwan Indonesia Karlina Supelli, cara-cara bumi hangus tampak dari taktik mereka menguasai kepemimpinan parlemen guna kepentingan elite. ''Ini harus dikoreksi!'' Karlina mengingatkan pula bagaimana koalisi Prabowo melampiaskan syahwat politiknya lewat prosedur hukum dengan mengatasnamakan rakyat.

''Pengesahan UU MD3 dan UU Pilkada itu tragedi politik karena merampas hak rakyat.Tata kelola negara terancam di tangan oligarki,'' ujar Karlina di Kampus UI Salemba. Sineas Joko Anwar berharap Jokowi-JK tak meladeni pernyataan Hashim sepanjang kebijakan pemerintahan nanti tetap prorakyat.''Saya yakin Jokowi berbuat baik untuk rakyat,'' ungkap relawan Jokowi tersebut.

Tonggak sejarah 
Mantan Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Mahfud MD, mengingatkan koalisi Prabowo fokus bekerja ke depan. ''Sudah capeklah dengan pertengkaran politik seperti itu. Tidak semua anggota koalisi Prabowo mempunyai pikiran sama (dengan Hashim).''

Mantan Ketua MK ini justru menyampaikan salutnya kepada Jokowi-JK karena bergeming dengan kegaduhan tersebut. ''Jokowi-JK leluasa membentuk kabinet yang bagus.''

Ditanya wartawan apakah terusik dengan statement Hashim? Jokowi menyayangkan pernyataan itu keluar dari seorang Hashim. ''Aku nggak khawatir. Antisipasi nggak ada, hanya dengar rakyat, dekat rakyat. Seharusnya semua elemen menyalakan semangat untuk menyejahterakan rakyat. Bukan saling menjegal. Nanti bertarung lima tahun lagi.''

Saat menanggapi kecaman terhadap Hashim tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon meluruskan maksud Hashim bukan menjegal program Jokowi-JK.

''Saya klarifikasi. Kalau program Jokowi-JK mengganggu kepentingan rakyat, kami korek si. Pernyataan Hashim itu tidak mewakili koalisi,'' kata Wakil Ketua DPR ini.

Sementara itu, Ketua MPR Zulkifli Hasan menjamin kelancaran pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih pada 20 Oktober. ''Ini tonggak sejarah perjalanan demokrasi Indonesia. Siapa pun tidak boleh menggagalkan.'' 

Penulis : NUR AIVANNI/Fox/Ami/Pol/Eno/Nov/X-4

Yang berkwalitas hanya ada di MI.Komunitas, Gabung disini >> http://www.mikomunitas.com/p/public-training-mi-komunitas.html

Halaman