Breaking News

Ramadan, Kesehatan dan Penguatan Karakter

Penulis: Marina Nova Wahyuni Kepala SD Sukma Bangsa Bireuen, AcehPada: Senin, 06 Mei 2019, 07:30 WIB


RAMADAN merupakan bulan diturunkannya Alquran untuk menjadi pedoman hidup bagi manusia dan panduan menuju jalan yang benar. Dalam bulan suci ini, semua umat Islam diwajibkan menjalani puasa yang juga merupakan salah satu dari lima rukun Islam. Ramadan menjadi momentum untuk memperbaiki karakter manusia. Pada bulan inilah umat Islam semestinya mengasah dirinya untuk kembali melakukan berbagai amalan kebaikan yang mungkin sudah mulai luntur atau bahkan hilang.

Tujuan dari pelaksanaan ibadah puasa adalah untuk mencapai ketakwaan, suatu keadaan yang mampu menjaga diri dari berbuat keburukan. Sebagaimana disebutkan dalam Alquran, "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS Al-Baqarah:183). Dalam ayat ini jelas dinyatakan adanya keterkaitan antara berpuasa dengan keimanan seseorang. Ibadah puasa bukan soal siapa yang paing kuat menahan lapar dan haus, melainkan lebih kepada siapa yang mampu menjalaninya sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam ajaran agama.

Manfaat kesehatan

Ramadan merupakan bulan yang penuh ampunan sehingga menjalani ibadah puasa di bulan suci ini bagi setiap muslim menjadi begitu istimewa karena dilaksanakan pada bulan yang penuh berkah dan limpahan rahmat, dan segala amal kebaikan yang dilaksanakan akan diberi pahala yang berlipat ganda.

Selain untuk mencapai ketakwaan, puasa juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh manusia. Beberapa manfaat utama puasa, antara lain pertama, puasa mampu membersihkan racun dalam tubuh. Saat berpuasa, makanan yang masuk ke tubuh menjadi terbatas sehingga pembakaran lemak dalam tubuh akan lebih banyak. Hal ini dapat membuat racun yang tersimpan di dalam lemak menjadi bersih. Selain itu, kadar gula darah dalam tubuh juga menurun karena tubuh memanfaatkan kadar gula darah dalam tubuh secara maksimal tanpa adanya penambahan secara berlebihan.

Kedua, mengistirahatkan sistem pencernaan. Organ pencernaan merupakan salah satu 'pabrik' dalam tubuh manusia yang selalu aktif bekerja terus-menerus. Semakin banyak makanan yang masuk ke tubuh, kerja organ pencernaan juga semakin berat. Saat sedang berpuasa organ pencernaan tidak bekerja terlalu berat sehingga makanan yang masuk ke tubuh mampu dicerna dengan baik. Ketiga, puasa membantu meningkatkan kekebalan tubuh. Dr Basmawati Baharom (2017), ahli diet di Rumah Sakit Tuanku Jaafar Seremban mengatakan bahwa puasa dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh dan mengatasi kecanduan. Bulan puasa merupakan momen yang baik dalam menghentikan kebiasaan buruk seseorang, seperti merokok, minum minuman keras, kafeina, dan obat-obat berbahaya lainnya.

Selain tiga manfaat di atas, masih banyak manfaat lain yang bisa diperoleh tubuh melalui berpuasa. Berbagai makanan yang masuk ke tubuh secara terus-menerus mampu meningkatkan timbunan racun dalam tubuh. Dengan berpuasa, racun di dalam tubuh secara perlahan akan ikut terbuang.

Memperkuat karakter

Membangun karakter ialah tanggung jawab kita bersama. Karakter dapat dilahirkan dari sebuah budaya yang ditumbuhkan dan kegiatan pembiasaan. Membangun karakter membutuhkan keteladanan baik dari lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Karakter ialah kunci keberhasilan bagi setiap individu. Puasa dapat melahirkan nilai karakter yang bermanfaat dalam kehidupan. Bagaimana itu bisa terjadi? Saat sedang berpuasa, seseorang selalu berusaha untuk tidak melakukan hal-hal yang mampu membatalkan puasa. Jika dilakukan dengan baik, kegiatan pembiasaan ini, lambat laun juga akan menjadi sebuah budaya yang akan selalu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Saat ini pendidikan karakter ialah salah satu hal yang dikedepankan dalam dunia pendidikan. Dunia pendidikan tidak hanya menanamkan pengetahuan yang modern, tetapi juga berupaya membangun keyakinan dan pembentukan karakter peserta didik yang mampu mengembangkan potensi dalam diri mereka.

Dalam dunia pendidikan, puasa Ramadan bisa dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat karakter siswa melalui berbagai kegiatan sekolah. Hampir seluruh sekolah yang memiliki mayoritas siswa muslim akan mengadakan kegiatan keagamaan saat Ramadan seperti pesantren kilat. Pesantren kilat dapat diisi dengan berbagai macam kegiatan, antara lain tadarus Alquran, salat duha dan zuhur berjemaah, pendalaman materi agama, lomba keagamaan, dan penggalangan dana untuk kegiatan sosial, seperti memberikan santunan kepada yang kurang mampu, berbuka puasa bersama, dan masih banyak lagi yang lain.

Kegiatan tersebut secara tidak langsung mampu memberikan pengaruh positif dalam membangun karakter spiritual dan sosial tidak hanya bagi siswa, tetapi juga bagi guru dan warga sekolah lainnya. Melalui kegiatan tersebut, siswa terbiasa melakukan amal kebaikan, terlatih mengendalikan diri dalam menahan nafsu dan emosi, meningkatkan kedisiplinan, dan berperilaku jujur.

Puasa merupakan suatu ibadah yang tidak tampak, di dalamnya terdapat nilai-nilai kejujuran. Bagi orang yang benar-benar melakukannya, apa pun kondisi selalu berpegang pada kejujuran baik itu pribadi maupun sosial. Puasa juga mampu mendorong seseorang untuk meningkatkan kedisiplinan. Pelaksanaan ibadah puasa yang memiliki jadwal teratur mulai terbit fajar hingga mulai menjelang malam mampu merubah perilaku disiplin dan manajemen waktu seseorang menjadi lebih baik. Selain itu, puasa juga mampu mengasah kepekaan sosial dan tanggung jawab seseorang dengan anjuran untuk selalu berbuat baik kepada sesama terutama kepada fakir miskin.

Pengendalian diri dalam menjalani puasa juga sangat penting. Jika seseorang mampu mengendalikan diri dengan baik saat puasa, berarti ia mampu menahan nafsu dan emosi yang bisa membatalkan puasa. Dengan demikian, ketakwaan semakin meningkat karena sejatinya salah satu tujuan dari puasa ialah untuk mencapai ketakwaan.

Dengan adanya kegiatan keagamaan di sekolah saat Ramadan, mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap keutamaan bulan tersebut. Selain itu, juga mampu mendorong penguatan karakter siswa. Semua ini tentunya tidak bisa dicapai dengan mudah tanpa adanya dukungan dari luar. Orangtua dan lingkungan sekitar juga memiliki peran yang sangat penting demi kesuksesan kegiatan sekolah.

***

Halaman