Breaking News

Ani Yudhoyono, Ibu Negara yang Keibuan

Penulis: Bagong Suyanto Guru Besar Sosiologi FISIP Universitas AirlanggaPada: Selasa, 04 Jun 2019, 05:00 WIB 



KRISTIANI Herrawati atau yang lebih dikenal dengan nama Ibu Ani Yudhoyono telah mengembuskan napas terakhirnya di Singapura. Istri Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini wafat akibat penyakit kanker darah yang dideritanya. Setelah menjalani perawatan di National University Hospital (NUH) Singapura hingga tiga bulan lebih, Ani Yudhoyono akhirnya berpulang.

Putri ketiga dari tujuh bersaudara, pasangan Letnan Jendral (Purn) Sarwo Edhie Wibowo dan Hj Sunarti Sri Hadiyah, ini bukan saja dikenal sebagai Ibu Negara yang ramah, melainkan juga dikenal sebagai sosok yang egaliter. Jauh dari kesan aristokrat yang berjarak dengan rakyat, Ani Yudhoyono justru tampil dan dikenang sebagai sosok yang rendah hati, sederhana, dan merakyat.

Lahir dari keluarga militer, Ani Yudhoyono tumbuh menjadi perempuan yang disiplin dan tegas. Namun, Ani Yudhoyono juga dikenal sebagai sosok yang hangat, supel, dan mudah dekat dengan siapa pun. Bagi seorang Ibu Negara, Ani Yudhoyono bukan sosok yang memilih berjarak dengan lingkungan sosial dan masyarakat Indonesia. Dalam berbagai kesempatan mendampingi SBY berkunjung ke berbagai daerah, Ani Yudhoyono selalu perhatian kepada orang lain.

Milenial
Dari segi usia, Ani Yudhoyono sesungguhnya termasuk generasi baby boomers, yakni generasi yang terbiasa menghabiskan waktu dengan menonton televisi dan aktif bersosialita. Akan tetapi, Ani Yudhoyono berbeda. Ia bukanlah sosok yang alergi dengan berbagai hal yang berbau teknologi informasi dan dunia maya.

Ani Yudhoyono diketahui memiliki hobi di bidang fotografi. Dia gemar memotret berbagai objek dan pengalaman yang dijalaninya, baik yang sifatnya personal maupun acara kenegaraan. Ani Yudhoyono sering mengunggah hasil jepretannya itu di akun Instagram-nya. Apa yang ditampilkan Ani Yudhoyono dalam media sosialnya selalu di-update dan karena itu selalu menampilkan kebaruan.

Berbagai hasil jepretan Ani Yudhoyono konon selalu menarik perhatian warganet karena menampilkan angle atau sisi yang berbeda. Meski dunia fotografi hanya pelajari secara autodidak, jepretan Ani Yudhoyono sangat informatif dan enak dilihat. Fotografi ialah salah satu hobi langka seorang Ibu Negara.

Dalam hal pemanfaatan media sosial, Ani Yudhoyono tidak kalah dengan generasi milenial. Ani Yudhoyono memang tidak terlalu banyak berbicara dalam acara-acara resmi kenegaraan. Dalam berbagai acara kenegaraan, Ani Yudhoyono dengan sadar menempatkan dirinya sebagai istri dari seorang Presiden RI. Identitas dan cara Ani Yudhoyono berkomunikasi dengan masyarakat umumnya lebih banyak dilakukan melalui Instagram. Inilah cara Ani Yudhoyono menyapa dan menjalin komunikasi dengan masyarakat.

Lebih dari sekadar konsumer pasif informasi dari media sosial, Ani Yudhoyono juga merupakan prosumer yang aktif melaporkan realitas sosial yang dirasa menarik melalui foto hasil jepretannya. Tidak banyak Ibu Negara yang memiliki hobi fotografi seperti Ani Yudhoyono. Ani Yudhoyono sendiri mengaku hobi fotografinya itu muncul ketika dia yang masih remaja melihat sang ayah mencuci kertas foto. Sejak itu, Ani tertarik pada fotografi dan mulai belajar secara autodidak.

Usia bagi Ani Yudhoyono bukanlah halangan. Bagi Ani Yudhoyono daripada menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, menekuni hobi fotografinya dirasa lebih mewakili identitasnya.

Ibu negara yang keibuan
Ani Yudhoyono resmi menyandang status sebagai Ibu Negara Republik Indonesia tanggal 20 Oktober 2004. Sejak SBY dilantik dan resmi menjadi Presiden RI, sejak itu pula Ani Yudhoyono dikenal sebagai Ibu Negara yang selalu setia mendampingi Presiden berkunjung ke berbagai daerah dan juga luar negeri.

Di sela-sela kesibukan dan aktivitasnya mendampingi SBY sebagai Ibu Negara, Ani Yudhoyono diketahui sempat memegang jabatan sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat.

Ketika SBY dua kali terpilih sebagai presiden, dan harus mengakhiri jabatannya sebagai presiden terpilih, sempat muncul isu bahwa Ani Yudhoyono akan diajukan Partai Demokrat sebagai calon presiden pada 2019. Wacana politik yang hendak mengajukan Ani Yudhoyono sebagai calon presiden pilihan Partai Demokrat ini akhirnya hilang dengan sendirinya.

Alih-alih memilih jalur politik dan tertarik mempersiapkan usulan pencalonannya sebagai Presiden RI tahun 2019, Ani Yudhoyono diketahui lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga. Ani Yudhoyono dikenal sebagai perempuan yang dekat dengan keluarga dan menantunya--terlebih cucu-cucunya. Di berbagai acara sering terlihat Ani Yudhoyono dekat dengan kedua orang anak dan menantu, serta cucu-cucunya.

Tanpa harus latah terjun berkiprah ke dunia politik, Ani Yudhoyono tampaknya menyadari benar bahwa kehidupan politik di Tanah Air sering sangat keras, panas, dan penuh dengan berbagai intrik.

Menjadi ibu rumah tangga yang selalu setia mendampingi suami dan anak-cucunya, bagi Ani Yudhoyono ialah pilihan sikap yang dengan sengaja dia ambil. Ani Yudhoyono bukan sosok yang pandai berpidato dengan retorika yang menggebu-gebu. Dalam berbagai kesempatan, Ani Yudhoyono lebih banyak menampilkan diri sebagai sosok yang keibuan: sabar dan penuh perhatian.

Bagi sebagian orang, pilihan sikap hidup Ani Yudhoyono seperti itu mungkin dinilai membuang kesempatan dan peluang untuk berkiprah di dunia politik. Menjadi ibu dalam keluarga yang hangat barangkali tidak menarik secara politis dan kurang atraktif dibahas dalam headline media massa. Akan tetapi, bagi Ani Yudhoyono itulah pilihan hidupnya.

Menjadi Ibu Negara yang keibuan dan menjadi ibu yang hangat bagi anak dan cucunya ialah jalan hidup yang justru membuat Ani Yudhoyono pantas dikenang keteladanannya. Justru dalam kesederhaan dan aktivitasnya yang apolitis itulah yang membuat kita rindu dan merasa kehilangan.

***

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Halaman